bagaimana menyeimbangkan na h2o naoh h2


Jawaban 1:

Ya kamu benar.

Ini adalah reaksi perpindahan (sederhana) karena natrium yang lebih elektropositif menggantikan hidrogen dari air.

Bilangan oksidasi atau muatan natrium meningkat dari nol menjadi +1 dan hidrogen berkurang dari +1 menjadi nol, ketika logam alkali bereaksi dengan air membentuk natrium hidroksida dan gas hidrogen bebas. Natrium mengalami oksidasi dan reduksi hidrogen. Oleh karena itu, ini juga merupakan reaksi redoks

Setiap reaksi kimia yang memiliki unsur bebas sebagai reaktan selalu merupakan reaksi redoks, baik itu reaksi kombinasi atau reaksi perpindahan.


Jawaban 2:

Reaksi ini merupakan reaksi perpindahan sekaligus redoks. Merah - e = Ox (reduktor dikurangi elektron adalah oksidan). Di sini Na reduktor kehilangan elektron untuk membentuk ion Na + (Na dioksidasi menjadi NaOH) dan air direduksi menjadi hidrogen (kehilangan oksigen elektronegatif). H2O adalah H-OH dan Na, lebih elektropositif daripada hidrogen, menggantikan H dari H-OH untuk membentuk NaOH.


Jawaban 3:

Ya, ini adalah reaksi redoks dan juga reaksi perpindahan H2.

Semua reaksi perpindahan logam-logam dan reaksi perpindahan hidrogen aktif-logam adalah reaksi redoks.

Tetapi reaksi pertukaran ion bukanlah redoks.

Contoh- Reaksi asam-basa, reaksi pengendapan, Reaksi pertukaran halogen, Reaksi perpindahan ganda, dekomposisi (logam karbonat, logam sulfat, logam bikarbonat) adalah reaksi non-redoks.


Jawaban 4:

Setiap reaksi pada prinsipnya merupakan reaksi redoks, karena melibatkan donasi dan penerimaan elektron. Dalam kasus khusus ini juga natrium adalah zat pereduksi atau dioksidasi dari Na menjadi Na +, sedangkan air direduksi menjadi OH- dan H2. Ini juga dapat dianggap sebagai reaksi perpindahan, karena natrium menggantikan hidrogen.


Jawaban 5:

Reaksi perpindahan